Selamat Datang di Blog Pribadi Saya. Terima kasih atas kunjungan Anda. Silahkan sampaikan komentar, kritik, serta saran Anda pada bagian yang telah Saya sediakan.

Hari Ini DPR Dengarkan Prita Mulyasari

Selasa, 12 Juli 2011 | 0 komentar

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah menerima berkas putusan Mahkamah Agung (MA) tentang kasasinya, Prita Mulyasari, terpidana kasus dugaan pencemaran nama baik Rumah Sakit Omni Internasional Serpong, memenuhi undangan Komisi III DPR untuk memberikan keterangan, Selasa (12/7/2011).
Wakil Ketua Komisi III DPR Tjatur Sapto Edi mengatakan, komisi akan meminta keterangan langsung dari Prita seputar putusan yang menyatakan Prita tetap bersalah. "Iya, nanti jam 10, agendanya mendengarkan keterangan dari Prita dan pengacaranya," ungkap Tjatur kepada Kompas.com, Selasa pagi.
Seharusnya, Prita diundang ke DPR kemarin. Namun, rencana tersebut batal karena Prita belum menerima salinan putusan dari MA yang mengabulkan kasasi yang diajukan tim jaksa penuntut umum Pengadilan Negeri Tangerang terhadap putusan hakim PN Tangerang tersebut.
Menurut politisi PAN ini, putusan MA tersebut tidak adil. Oleh karena itu, Tjatur menilai, Prita sebaiknya segera mengajukan peninjauan kembali atas putusan kasasi tersebut. "Karena sudah ada yurisprudensi kasasi yang membebaskannya dari tuntutan perdata yang majelisnya pimpinan MA yang lebih luas pertimbangan hukumnya," lanjutnya.
MA mengabulkan kasasi jaksa penuntut umum dalam perkara Prita pada 30 Juni 2011. Dengan demikian, Prita dinyatakan bersalah di tingkat kasasi. Jaksa penuntut umum tidak puas dengan vonis bebas Prita pada 2009 oleh PN Tangerang. Dalam amar putusannya, Majelis Hakim PN Tangerang yang dipimpin Arthur Hangewa menyatakan, Prita tidak terbukti mencemarkan nama baik RS Omni.
Kuasa hukum Prita, OC Kaligis, menyatakan, pihaknya akan segera mengajukan PK. Sementara itu, dalam perkara perdata yang diajukan RS Omni, MA memenangkan Prita sehingga ia terbebas dari kewajiban membayar denda Rp 204 juta kepada RS Omni.

Opini : Maut Merenggut Demokrasi Indonesia

| 0 komentar

Oleh J KRISTIADI
Peneliti Senior CSIS
Malaikat pencabut nyawa itu namanya mafia pemilihan umum. Jalinan dan kelindan kepentingan kekuasaan membunuh benih-benih demokrasi. Ini mirip dengan jaringan sindikat kriminal yang di wilayah asalnya, Sisilia, disebut Cosa Nostra.
Perkongsian politik di Indonesia dengan mudah menyebar ke pusat kekuasaan karena proses negosiasi politik telah turun derajatnya menjadi transaksi kepentingan. Tak sedikit pun menyisakan kaidah serta niat meluhurkan kekuasaan. Dinamika politik seperti ini hanya melibatkan mereka yang tega menghalalkan segala cara demi memenuhi hasrat dan nafsu kekuasaan. Rakyat sebagai pemegang kedaulatan hanya menjadi obyek permainan para petualang politik yang menginjak-injak martabat rakyat.
Agresi mafia pemilu semakin menakutkan setelah Panitia Kerja Mafia Pemilu Komisi II DPR mengungkapkan bahwa Andi Nurpati—mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang kini menjadi pengurus Partai Demokrat—berperan signifikan dalam kasus munculnya surat palsu Mahkamah Konstitusi (MK) tertanggal 14 Agustus 2009 (Kompas, 9/7/2011). Surat itu menghasilkan Dewie Yasin Limpo dari Partai Hati Nurani Rakyat menjadi anggota DPR.
Tragisnya, Andi Nurpati justru menyimpan surat asli MK bertanggal 17 Agustus 2009 lebih kurang satu tahun dan baru menyerahkannya ke Sekretariat KPU setelah dia berhenti dari KPU. Terbongkarnya skandal tersebut menunjukkan bahwa jejaring mafia pemilu telah merangsek ke KPU dan MK, dua lembaga yang sangat penting dalam menopang tertib politik yang demokratis.
KPU merupakan lembaga yang dipercaya menyelenggarakan kontestasi yang jujur dan adil. Oleh karena itu, anggotanya seharusnya adalah tokoh masyarakat yang mempunyai integritas, berwibawa, bersih, dan kompeten. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum mengatur seleksi komisioner sangat ketat.
Namun, sayangnya......(selengkapnya baca Harian Kompas, Selasa 12 Juli 2011, halaman 15)

Bayi 7,3 Kg Lahir di Texas

| 0 komentar

LONGVIEW, KOMPAS.com - Dilahirkan dengan bobot 7,3 kilogram dan panjang sekitar 60 cm, bayi JaMichael Brown menjadi buah bibir warga Texas, Amerika Serikat.
Putra pasangan Janet Johnson dan Michael Brown itu dilahirkan Jumat (8/7/2011) di sebuah rumah sakit di Longview, sebuah kota di negara bagian Texas.
"Kami benar-benar tidak menyangka," kata Johnson kepada Longview News-Journal.
"Saya tidak percaya dia bisa sebesar itu. Kami harus menukar pakaian bayi yang sudah telanjut kami beli karena jelas ukurannya terlalu kecil buat dia," kata Johnson.
Dokter memang memprediksi bayi yang dikandungnya akan cukup besar. Tetapi prediksinya tidak sebesar itu. Menurut perkiraan dokter, bayinya akan berbobot sekitar 5 kilogram.
Menurut dr John Kirk, dokter kandungan yang merawat Johnson, kedua orangtua bayi berbadan besar dan sang ibu menderita diabetes gestational, yang berpengaruh pada ukuran bayi.
Pihak rumah sakit juga menghadapi kesulitan dalam menangani bayi bongsor itu. Mereka tidak memiliki stok popok yang cukup untuknya.
Hingga kini JaMichael masih dalam pengawasan intensif dokter karena belum bisa bernapas sendiri. "Dia hanya mengalami sedikit masalah kecil," jelas dr John Kirk, kepada ABC News.
"Kami sudah menjelaskan kepada kedua orangtua tentang beberapa komplikasi yang mungkin akan dialami anak itu. Tetapi bocah itu akan terus kami amati," imbuh Kirk.
JaMichael memang bukan bayi terbesar yang pernah dilahirkan. Meskipun demikian, bayi yang dilahirkan dengan berat lebih dari 5 kilogram sangat jarang. Perbandingannya adalah 1:1000.
Menurut catatan rekor dunia Guinness, bayi terbesar dunia berbobot 10,77 kilogram yang dilahirkan di Kanada pada tahun 1879.
Sumber :
ANT

SBY: Bohong Anas Akan Gulingkan Ketua Dewan Pembina PD

| 0 komentar

Jakarta - Sejumlah hal terkait serangan terhadap Partai Demokrat (PD) dibantah oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Dewan Pembina PD. SBY juga membantah Anas Urbaningrum akan menggulingkannya dari dewan pimpinan PD.

"Yang ketiga, diedarkan pula oleh tangan-tangan yang tidak kentara bahwa, katanya, Ketua Umum PD, saudara Anas Urbaningrum, sedang mempersiapkan diri untuk gulingkan SBY sebagai Ketua Dewan Pembina PD. Ini bertentangan dengan akal sehat dan dengan kenyataan alias berita itu bohong besar," kata SBY.

Hal itu dikatakan SBY dalam jumpa pers di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/7/2011). Mengenakan batik biru, SBY disampingi sejumlah petinggi PD antara lain Anas Urbaningrum, Sekjen PD Edhie Baskoro, dan anggota Dewan Pembina PD Marzuki Alie.

"Sungguh cara-cara dan intrik politik yang tidak bertanggung jawab. Saya tahu yang hendak dirusak rasa saling percaya antara kader PD. Sehingga diharapkan PD pecah dan kemudian hancur," katanya.

SBY merasa prihatin dengan situasi politik di Tanah Air belakangan ini. Kompetisi politik diwarnai dengan dengan politik politik pecah belah atau devide et impera yang pernah dijalankan pemerintah kolonial zaman dulu.

Menghadapi politik pecah belah itu, SBY meminta para kader partainya tetap sabar dan tawakal. Ia meminta kader PD tidak mau diadudomba melalui acara-acara talkshow dan diberitakan oleh kalangan pers yang sengaja menghadap-hadapkan mereka satu sama lain.

"Saya juga mengajak janganlah kita ikuti politik seperti ini," ucap SBY.

Luhur Hertanto - detikNews
Senin, 11/07/2011 20:33 WIB
(irw/vit)

Carilah Calon Suami yang Punya 6 Kualitas Ini

| 0 komentar

Jakarta - Pernikahan bukanlah sesuatu yang bisa Anda jalankan dengan main-main. Dalam memilih pria untuk menjadi calon suami pun berlaku hal yang sama.

Anda tentu ingin menikah sekali seumur hidup. Oleh karena itu Anda tidak bisa sembarangan memilih calon suami. Berikut ini enam kualitas yang harus dimiliki pria untuk menjadi suami, seperti dikutip dari Glamour:

1. Jujur
Meskipun seorang pria berprofesi sebagai seorang sales (yang biasanya suka sedikit berbohong), saat bersama Anda, dia harus jadi orang yang jujur. Sesekali melakukan white lies atau berbohong demi kebaikan, seperti saat akan memberikan Anda pesta kejutan, tidak salah memang, namun jujur adalah syarat mutlak yang harus dipunya seorang pria untuk menjadi suami.

2. Selalu Mendukung dan Mau Mendengarkan Anda
Saling mendukung dalam sebuah pernikahan merupakan hal yang penting. Apa jadinya jika suami Anda ternyata pria yang suka memberi perintah dan mengekang keinginan Anda.

Dukungan ini juga berlaku saat Anda sedang kesusahan. Suami yang baik, meskipun Anda sedang terlilit utang dan bingung bagaimana harus membayar, setidaknya ikut membantu mencari solusi atas masalah tersebut.

Dalam sebuah hubungan suami-istri yang sehat seharusnya pasangan juga saling mendengarkan dan menghargai pasangannya. Kalau hanya satu pihak saja yang mau dihargai dan didengarkan, tentu pihak yang satu lama-lama akan merasa tertindas.

3. Menyenangkan
Menyenangkan di sini tentu sangat subyektif. Semuanya tergantung dari Anda sendiri. Namun pastinya, Anda harus merasa senang berada di dekatnya. Bayangkan Anda akan menghabiskan seumur hidup dengannya. Kalau pria ini bukan orang yang menyenangkan atau Anda tidak merasa senang bersamanya, bagaimana pernikahan Anda dengannya bisa bertahan.

4. Mau Bekerja Keras
Meskipun Anda juga bekerja (kalau memang itu yang terjadi), dalam keadaan ekonomi yang tidak menentu ini, si dia juga harus ikut bertanggungjawab pada keuangan keluarga. Suami yang tidak punya keinginan untuk bekerja keras dan menghidup keluarga tentu bisa berefek buruk pada pernikahan dan masa depan anak nantinya.

5. Menghargai Orangtuanya
Lihat bagaimana sikap si dia terhadap orangtuanya. Jika pria yang Anda akan jadikan suami suka berteriak atau membentak orangtuanya, waspadalah. Bukan tidak mungkin pria ini akan berbuat hal yang sama pada Anda dan si kecil.

Pastikan juga si dia bukan tipe orang yang suka main tangan alias menggunakan kekerasan. Kekerasan sama sekali bukan jalan keluar untuk menyelesaikan sebuah masalah dalam pernikahan.

6. Mencintai Anda Apa Adanya
Tidak masalah jika kekasih Anda sekarang tertarik pada Anda karena Anda memiliki wajah yang cantik atau kekayan Anda. Namun saat sudah menikah, cinta butuh lebih dari sekadar fisik semata. Kecantikan dan kekayaan bisa sirna oleh waktu. Jadi pastikan pria yang akan Anda nikahi mencintai Anda apa adanya.

Eny Kartikawati - wolipop
(eny/eya)

Survei: Kini Makin Banyak 'Janda Internet'!

| 0 komentar

Jakarta - Apakah suami Anda kerap menghabiskan waktu berjam - jam browsing, mengecek Facebook dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan internet? Waspadalah, karena bisa jadi Anda termasuk janda internet.

Teknologi memang memudahkan manusia untuk berhubungan dengan dunia luar. Namun karena teknologi juga Anda bisa terisolasi dari pasangan. Menurut penelitian, ada 15% pasangan yang bercerai karena pasangannya lebih mementingkan bermain games ketimbang bercengkarama dengan pasangannya.

Sementara itu survei lainnya juga menunjukkan kalau Facebook merupakan penyebab 1 dari 5 perceraian. Survei terbaru dari Divorce Online menemukan, kata 'mobile phone atau handphone' muncul dalam 1 dari 8 penyebab perceraian.

Dikutip dari daily mail, seorang wanita yang kini tengah hamil tujuh bulan dan punya tiga anak, Victoria merupakan salah satu wanita yang merasakan efek buruk internet. Dia meninggalkan suaminya dan sudah tiga minggu ini menetap di rumah orangtuanya. Victoria masih memikirkan apa yang harus ia lakukan pada suaminya, Craig.

Dalam curhatannya, Victoria mengatakan, lima bulan terakhir ini, pria yang dicintainya berubah menjadi dingin. Ia merasa suaminya kini seseorang yang asing.

"Dalam semalam, kami jarang mengucapkan beberapa kata satu sama lain," ujar wanita 38 tahun itu. "Saat Craig pulang ke rumah, dia makan, lalu membuka laptopnya untuk membalas email urusan pekerjaan. Aku merasa sedih karena kami masih berada dalam satu ruangan. Berbulan-bulan berlalu, aku merasa sakit hati dan dilupakan karena dia menghabiskan waktu berjam-jam membalas email dari koleganya, tapi hampir tidak pernah bicara apapun padaku," ucapnya panjang lebar.

Victoria mengaku ia pernah berusaha mengajak suaminya mengobrol, tapi sang suami tidak memberinya respon hingga ia pun akhirnya menyerah. "Kami stop berkomunikasi. Hingga suatu malam, dia mengirim email kepadaku yang sebenarnya untuk koleganya. Emailnya bukan email intim, tapi sedikit berisi rayuan dan guyonan," kisahnya lagi.

Email tersebut sungguh membuat Victoria sedih. Meski suaminya mengatakan email itu tidak berarti apa-apa, ia kecewa karena suaminya lebih dekat dengan wanita lain ketimbang dengan istrinya.

Kisah Victoria di atas, bukan tidak mungkin dialami banyak istri lainnya. Saat ini cukup banyak wanita yang menjadi 'janda' karena internet. Wanita-wanita ini masih berstatus memiliki suami, tapi dalam kehidupan nyatanya si suami sibuk sendiri, seolah-olah tak punya istri.

"Aku menyebutnya bersama tapi sendiri," ujar therapist pernikahan Douglas Weiss. "Sekarang ini, orang-orang bisa tetap memegang handphone mereka saat makan malam. Mereka bisa berjam-jam di depan komputer dan televisi dan mereka jadi lebih suka melihat Facebook teman-teman mereka ketimbang berhubungan dengan orang yang mereka cintai," urai Weiss.

"Teknologi bisa mengganggu hubungan pasangan dan membuat mereka menghindari satu sama lain. Ini jadi cara untuk menghindari keintiman dan hubungan yang nyata," tambah Weiss lagi.

Penelitian menunjukkan, sekarang ini orang bisa menghabiskan waktu 1,5 jam untuk online, menelepon atau menonton televisi. Dalam sehari, orang juga bisa menghabiskan waktu selama 80 menit untuk mengirim SMS, sibuk dengan sistus jejaring sosial dan email.

Psikoterapis dan pakar hubungan Paula Hall mengatakan, teknologi memang tidak sampai merusak pernikahan dengan perselingkuhan. Tapi teknologi menghasilkan sikap menyebalkan seperti pasangan jadi terlalu lengket dengan handphonenya. Hal itu nantinya menimbulkan efek korosif atau merusak.

"Orang jadi merasa ingin terus berhubungan dengan dunia luar sepanjang hari. Ini berefek pada kualitas yang mereka habiskan dengan pasangan mereka," tutur Hall.

"Ada banyak pasienku yang datang dan mengeluh tentang pasangan mereka yang bangun pada pukul 1 dini hari untuk mengecek email atau tidak bisa makam malam tanpa mengetik-ngetik di handphone. Memang terkesan sepele, tapi kalau terus-menerus dilakukan, bisa membuat pasangan mereka tidak diprioritaskan," urainya.

Hall berpendapat saat ini orang-orang sedang dalam tahap merasa bahwa pertemanan itu sangat penting. "Kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam merespon pesan atau Facebook, meskipun itu akhirnya membuat kita melupakan orang yang kita cintai yang duduk di samping kita. Bisa jadi sangat mengesalkan kan saat kita berada di dekat orang yang tertawa-tawa sambil memegang handphone, sementara kita tidak tahu apa-apa," tuturnya.

Weiss menambahkan, internet bisa jadi godaan paling berat untuk orang yang memiliki masalah dalam pernikahan. Internet bisa jadi pelarian, hingga akhirnya orang tersebut benar-benar melupakan pernikahannya.

"Internet bisa jadi tempat pelarian paling mudah dari kenyataan hidup yang sebenarnya," tutur Weiss.

Sebuah penelitian yang dilakukan Northampton University mengatakan, internet memang bisa membuat kecanduan. Penelitian itu melibatkan 360 responden. Hasilnya, 30% responden kecanduan internet hingga mempengaruhi pekerjaan atau hubungan mereka.

Studi lainnya yang dilakukan Tel Aviv University menyimpulkan kecanduan internet bisa disetarakan dengan masalah kecanduan berjudi, seks atau kleptomania. Dalam penelitian itu, responden yang kecanduan jadi orang yang mengesalkan saat mereka tidak bisa menyentuh internet.

Apakah masalah di atas Anda alami sekarang? Bagaimana solusinya? Victoria yang kini meninggalkan suaminya, Craig sudah bisa menyelesaikan masalah rumah tangga mereka. Setelah ditinggalkan, Craig jadi sadar dan mulai berkomunikasi lagi secara intens dengan Victoria.

Intinya, komunikasi dan keintiman dalam sebuah hubungan merupakan dua elemen penting. Teknologi memang bisa membuat Anda dan pasangan mudah berkomunikasi. Tapi jika teknologi itu dipakai terlalu berlebihan hingga membuat pasangan yang lain terabaikan, tentu efek negatif akan didapat.

Eny Kartikawati - wolipop
(eny/hst)
 
© Copyright 2010-2011 mr giepie All Rights Reserved.
Template Design by CSATLZone | Published by Jambi Law Club | Powered by Blogger.com.